Pages

0 Tangisan langit dan kerinduan hati

Jumat, 08 Juli 2011
Hujan turun. Bau debu yang tercampur air hujan pun tercium. Suara demi suara ribut hujan. Terdengar jelas. Nyanyian yang dinyanyikan oleh rintak hujan terdengar semakin keras. Nyanyian sendu yang di ciptakan oleh awan.

Walaupun langit menangis, namun hatiku tidak menangis. Hatiku masih terasa kuat dan kokoh, untuk mencintai seorang lelaki yang kusayangi. Lagu cinta masih bersenandung di dalam hati selama lebih dari 2 tahun ini. Walaupun hati terkadang merasa bukan yang pertama, hati terus mencintainya.

Tak berhenti, hati mencintainya dengan konstan, seperti jarum jam yang berdetik.
Mencintai tulus, seperti air yang mengalir.
Mencintai tenang, seperti samudera dan langit yang diam serobu bahasa menyimpan rahasia.
Mencintai seperti 8, yang saling berpaut dan tak terputus dan tidak berbuntu.

Aku mencintaimu :-)
Published with Blogger-droid v1.7.2