Aku kan berjanji
Takkan mengulang segala kesalahan
Aku kan mengabdi
Pada satu cinta yaitu dirimu
***
Aku hanya cinta kamu..
di hatiku hanya kamu, gak ada yang lain
dari dulu pun begitu..
Karna kamu gak terganti..
Kamu satu -satunya..
Hanya kamu..
Hanya kamu yang kulihat..
Hanya kamu yang kulirik..
Hanya kamu yang dihatiku..
Hanya kamu yang aku cinta..
Hanya kamu yang aku sayang..
Hanya kamu.. Hanya kamu seorang, matahariku..
Aku minta maaf karna selama ini aku sering menyakitimu hatimu..
Sering berbuat salah padamu..
Maafkan aku..
Aku berusaha untuk tak mengulang kesalahan di masa lalu..
Kesalahan yang pernah menyakitimu, cintaku..
Kuharap kamu percaya ini dan gak ragu memabaca ini..
Aku menulis ini agar kamu gak ada merasa kalau ada orang lain di hatiku..
Kutulis ini dengan kejujuran hatiku yang terdalam..
Kutulis ini berdasarkan perasaan hatiku..
dan HATI TIDAK PERNAH BOHONG..
0 SEMALAM
Kemarin, ketika aku ngobrol bersamanya di malam hari. Hari itu hari yang sangat mengesankan bagiku. Karna hari itu, aku tiba - tiba menangis dan susah berhenti. Awalnya karna dia, karna dia berkata seperti dia akan pergi meninggalkan aku. Walaupun kami berdua tak tahu kapan kami pergi meninggalkan daratan.
Dia berkata, dia berpesan, tentang jika dia pergi aku tak boleh berlarut dalam kesedihan, aku harus tetap tersenyum, tertawa dan gembira. Maka, menjadilah aku menangis. Aku menangis karna aku benar - benar tak mau kehilangannya. Aku masih mau bersamanya. Salahkah aku untuk masih ingin bersamanya? Salahkah itu?
Aku menangis lamaa sekali, pada saat akan berhenti aku kembali sedih dan menangis. Sebelnya, dia malah tertawa. :-(
Setelah kami bertelponan lama, aku pun beranjak melaksanakan sholat. Tangisku memang tak dapat kubendung. Di dalam sholat wajib ketika bersama bunda dan adikku, kesedihan kembali membuncah di dalam hati. Ketika keluargaku telah keluar dari kamar, aku pun sholat sunnah Rawatib. Memang tak banyak air mata yang menetes, namun hati ini sangat memohon kepada Yang Maha Kuasa. Tuk memanjangkan umur orang - orang yang ku cintai, termasuk dia. Aku juga berkata, bahwa aku ingin bersamanya untuk waktu yang lama. Aku meminta, untuk menjaga kami semua dari marabahaya, dari hal - hal yang tidak diinginkan.
Ya Allah.. Ya Robb..
Hanya Engkau yang dapat mengtahui benar - benar keinginan dan isi hati hamba..
Hanya Engkau yang dapat mewujudkan keinginan dan harapan hamba-Mu..
Maka, Ya Allah..
Kabulkanlah permintaan hati hamba ini..
Sungguh, hamba memohon kepada-MU, Ya Robb..
Dia berkata, dia berpesan, tentang jika dia pergi aku tak boleh berlarut dalam kesedihan, aku harus tetap tersenyum, tertawa dan gembira. Maka, menjadilah aku menangis. Aku menangis karna aku benar - benar tak mau kehilangannya. Aku masih mau bersamanya. Salahkah aku untuk masih ingin bersamanya? Salahkah itu?
Aku menangis lamaa sekali, pada saat akan berhenti aku kembali sedih dan menangis. Sebelnya, dia malah tertawa. :-(
Setelah kami bertelponan lama, aku pun beranjak melaksanakan sholat. Tangisku memang tak dapat kubendung. Di dalam sholat wajib ketika bersama bunda dan adikku, kesedihan kembali membuncah di dalam hati. Ketika keluargaku telah keluar dari kamar, aku pun sholat sunnah Rawatib. Memang tak banyak air mata yang menetes, namun hati ini sangat memohon kepada Yang Maha Kuasa. Tuk memanjangkan umur orang - orang yang ku cintai, termasuk dia. Aku juga berkata, bahwa aku ingin bersamanya untuk waktu yang lama. Aku meminta, untuk menjaga kami semua dari marabahaya, dari hal - hal yang tidak diinginkan.
Ya Allah.. Ya Robb..
Hanya Engkau yang dapat mengtahui benar - benar keinginan dan isi hati hamba..
Hanya Engkau yang dapat mewujudkan keinginan dan harapan hamba-Mu..
Maka, Ya Allah..
Kabulkanlah permintaan hati hamba ini..
Sungguh, hamba memohon kepada-MU, Ya Robb..
0 aku harus menerimanya.
Subuh.subuh kubuka mataku perlahan
dngin menusuk kulitku di waktu subuh
kantuk masi menghantui mataku
tetapi, aku harus shalat..
Tak lama aku teringat akan mimpinya
Mimpi tentang aku akan kembali ke sisi Allah S.W.T
Hatiku pun takut
Takut akan kematian
Takut akan ajal yang menyambutku
Aku tak ingin meninggalkan orang yang kucintai
Tetapi, kalau itu memang takdirku
Aku harus menerimanya..
dngin menusuk kulitku di waktu subuh
kantuk masi menghantui mataku
tetapi, aku harus shalat..
Tak lama aku teringat akan mimpinya
Mimpi tentang aku akan kembali ke sisi Allah S.W.T
Hatiku pun takut
Takut akan kematian
Takut akan ajal yang menyambutku
Aku tak ingin meninggalkan orang yang kucintai
Tetapi, kalau itu memang takdirku
Aku harus menerimanya..
0 first love - nikka costa
Everyone can see
There's a change in me
The all say I'm not the same
Kid I used to be
Don't go out and play
I'll just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm too shy to say
It's my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
Mirror on the wall
Does he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me Teddy Bear
Why love is so unfair?
Will I ever find a way
And answer to my pray
for my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
my first love
There's a change in me
The all say I'm not the same
Kid I used to be
Don't go out and play
I'll just dream all day
They don't know what's wrong with me
And I'm too shy to say
It's my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
Mirror on the wall
Does he care at all
Will he ever notice me
Could he ever fall
Tell me Teddy Bear
Why love is so unfair?
Will I ever find a way
And answer to my pray
for my first love
What I'm dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My First love
He thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love
my first love
0 Merindukannya
angin semilir bertiup kencang
dinginnya udara menusuk kulit
Kupeluk diriku sendiri untuk menghangatkan diri
Kututup mataku..
Terlihat sesosok Lelaki di sana
Dia menatapku..
dan tersenyum kepadaku...
Senyum itu.. Senyum yang ingin kulihat selalu..
Lalu, dia melangkah,
menghampiri diriku dan duduk di sampingku.
Jantungku berdebar kencang
Dia menatapku dalam sekali dan teduh
Aku pun menghirup udara dalam - dalam
Aroma tubuhnya..
Wangi sekali..
Dia pun memanggilku..
"Sayang.." panggilnya..
Suaranya empuk dan menenangkan
Suara yang sangat kurindukan dari bibirnya
Tak lama, badanku menjadi lebih hangat
Dia memelukku..
Ya Allah, apakah ini hanya ilusi?
Dan aku pun sadar dan membuka mata..
Angin tetap bertiup kencang..
Namun, sosok laki - laki tadi tak ada di sini
Aku pun menangis.
Air mataku jatuh berderai..
Aku merindukannya..
Sangat merindukannya..
Aku sangat merindukan kekasihku itu..
Mengapa itu hanya bayanganku saja?!
Mengapa itu bukan kenyataan?
Kapan kenyataan itu terjadi?
Kapan?? Kapan?!
Can you answer that?
dinginnya udara menusuk kulit
Kupeluk diriku sendiri untuk menghangatkan diri
Kututup mataku..
Terlihat sesosok Lelaki di sana
Dia menatapku..
dan tersenyum kepadaku...
Senyum itu.. Senyum yang ingin kulihat selalu..
Lalu, dia melangkah,
menghampiri diriku dan duduk di sampingku.
Jantungku berdebar kencang
Dia menatapku dalam sekali dan teduh
Aku pun menghirup udara dalam - dalam
Aroma tubuhnya..
Wangi sekali..
Dia pun memanggilku..
"Sayang.." panggilnya..
Suaranya empuk dan menenangkan
Suara yang sangat kurindukan dari bibirnya
Tak lama, badanku menjadi lebih hangat
Dia memelukku..
Ya Allah, apakah ini hanya ilusi?
Dan aku pun sadar dan membuka mata..
Angin tetap bertiup kencang..
Namun, sosok laki - laki tadi tak ada di sini
Aku pun menangis.
Air mataku jatuh berderai..
Aku merindukannya..
Sangat merindukannya..
Aku sangat merindukan kekasihku itu..
Mengapa itu hanya bayanganku saja?!
Mengapa itu bukan kenyataan?
Kapan kenyataan itu terjadi?
Kapan?? Kapan?!
Can you answer that?
0 at 26 May 2010.. at dawn..
Di bulan April tahun 2009 lalu. Ketika aku baru mengenalmu.. Tak ada sedikitpun perasaan suka kepada dirimu. Namun, berjalan seiringnya waktu. Aku menjadi suka kepadamu. Dan dari hari ke hari aku merasakan perasaan yang berbeda dari yang pernah aku rasakan. Apakah ini rasa sayang? Apakah aku telah jatuh cinta? Aku tak tahu.. Dan ketika aku mengetahui, bahwa dirimu dah ada yang punya, Sungguh! Sakit rasanya. Rasa amarah, dan lainnya bercampur,termasuk rasa menyesalku. Menyesal karna telah menolakmu pada waktu lalu. Hilang sudah harapanku.. Harapan untuk bisa bersamamu untuk menjadi lebih dari teman, lebih dari sahabat. Harapan untuk bisa di sayangimu. Hilang. Pupus rasanya..
Tetapi, aku tetap berusaha untuk tetap kontak denganmu, walaupun hanya sebagai teman. Lama aku miss call nomormu dan pada akhirnya, “tuuut.. tuuut.. tuuut..” Nyambung! Betapa girangnya hati ini. Aku bisa menghubunginya lagi!
Tak terasa.. Hari sudah memasuki bulan Juni dan aku masih menjadi temannya. Lama aku menunggu kesempatan kedua darinya. Makin lama, makin besar rasa sayang aku.. Makin dalam rasa cintaku kepadanya. Dan hari yang aku tunggu pun datang.. Dia menembakku. Dia menyatakan perasaannya padaku.! Di kesempatan kedua itu, aku tidak menyia-nyiakan waktu. Bulat sudah keinginanku untuk menjadi wanita yang di sayanginya, yang dicintainya. Aku pun menerimanya di tanggal 26 Juni itu.
Hari demi hari aku lewati bersama dia.. Sampai tanggal 28 Agustus. 3 hari setelah ulang tahunnya, 2 hari setelah 2 bulananku bersamanya. Aku menerima telpon dari sahabatku yang juga merupakan keluarga dari kekasih hatiku itu. Dia mengabarkan, bahwa kekasihku itu telah pergi. Aku pun langsung Shock. Namun aku masih bisa mengendalikan diriku untuk tidak menangis di depan orang dan jatuh pingsan. Jujur saja, hati ini tak kuat untuk langsung menerima informasi itu. Aku selalu saja menangis jika mengingatnya. Aku sangat merindukannya. Sangat sangat merindukannya.
3 bulan kemudian, sebenarnya 3 bulan kurang 6 hari. Pada tanggal 21 november. Hari menjelang ulang tahunku. Aku menerima sms dari nomor yang sangat ku kenal. Nomor itu nomor kesayanganku. Nomor yang sering menemani hari – hariku sebelum 28 agustus. Iya! Itu nomornya dia! Kekasih hatiku.. Cintaku..
Pada hari itu juga, aku mendapat informasi bahwa yang tentang Dia pergi meninggalkan dunia itu hanya bohongan belaka. Dan otak dari semua itu katanya ya dari Dia. Orang yang aku cintai itu. Sebenarnya aku Jengkel.. tapi aku senang juga.. Ternyata dia masih ada..masih hidup.
Sejak hari itu sampai sekarang, aku dan dia melewati berbagai macam hal. Hal yang menyenangkan, menyedihkan dan menyakitkan. Setelah dari semua hal itu, rasa sayang dan cintaku bertambah, semakin dalam. Diri ini semakin tak ingin kehilangan dirinya.
Sekarang tanggal 26 Mei 2010. Aku dan dia sudah jalan selama 11 bulan. Sebentar lagi setahun.
Dan sekarang kalau kamu bertanya bagaimana perasaan aku kepadanya.. Aku bakal menjawab, “Alhamdulillah, Ya Allah… Cintaku pada dia tak berkurang. Namun bertambah. Aku makin menyayanginya dan mencintainya… “
Dan jikalau kau bertanya, tidakkah aku bosan terhadapnya, apakah aku ingin melirik laki – laki lain. Maka aku akan menjawab, “tak pernah ada rasa bosan untuk mencintai seseorang jika kita mencintainya karna Allah semata. Dan, aku gak perna ingin melirik laki – laki lain, cukup orang yang aku cintai yang aku lirik.”
Tetapi, aku tetap berusaha untuk tetap kontak denganmu, walaupun hanya sebagai teman. Lama aku miss call nomormu dan pada akhirnya, “tuuut.. tuuut.. tuuut..” Nyambung! Betapa girangnya hati ini. Aku bisa menghubunginya lagi!
Tak terasa.. Hari sudah memasuki bulan Juni dan aku masih menjadi temannya. Lama aku menunggu kesempatan kedua darinya. Makin lama, makin besar rasa sayang aku.. Makin dalam rasa cintaku kepadanya. Dan hari yang aku tunggu pun datang.. Dia menembakku. Dia menyatakan perasaannya padaku.! Di kesempatan kedua itu, aku tidak menyia-nyiakan waktu. Bulat sudah keinginanku untuk menjadi wanita yang di sayanginya, yang dicintainya. Aku pun menerimanya di tanggal 26 Juni itu.
Hari demi hari aku lewati bersama dia.. Sampai tanggal 28 Agustus. 3 hari setelah ulang tahunnya, 2 hari setelah 2 bulananku bersamanya. Aku menerima telpon dari sahabatku yang juga merupakan keluarga dari kekasih hatiku itu. Dia mengabarkan, bahwa kekasihku itu telah pergi. Aku pun langsung Shock. Namun aku masih bisa mengendalikan diriku untuk tidak menangis di depan orang dan jatuh pingsan. Jujur saja, hati ini tak kuat untuk langsung menerima informasi itu. Aku selalu saja menangis jika mengingatnya. Aku sangat merindukannya. Sangat sangat merindukannya.
3 bulan kemudian, sebenarnya 3 bulan kurang 6 hari. Pada tanggal 21 november. Hari menjelang ulang tahunku. Aku menerima sms dari nomor yang sangat ku kenal. Nomor itu nomor kesayanganku. Nomor yang sering menemani hari – hariku sebelum 28 agustus. Iya! Itu nomornya dia! Kekasih hatiku.. Cintaku..
Pada hari itu juga, aku mendapat informasi bahwa yang tentang Dia pergi meninggalkan dunia itu hanya bohongan belaka. Dan otak dari semua itu katanya ya dari Dia. Orang yang aku cintai itu. Sebenarnya aku Jengkel.. tapi aku senang juga.. Ternyata dia masih ada..masih hidup.
Sejak hari itu sampai sekarang, aku dan dia melewati berbagai macam hal. Hal yang menyenangkan, menyedihkan dan menyakitkan. Setelah dari semua hal itu, rasa sayang dan cintaku bertambah, semakin dalam. Diri ini semakin tak ingin kehilangan dirinya.
Sekarang tanggal 26 Mei 2010. Aku dan dia sudah jalan selama 11 bulan. Sebentar lagi setahun.
Dan sekarang kalau kamu bertanya bagaimana perasaan aku kepadanya.. Aku bakal menjawab, “Alhamdulillah, Ya Allah… Cintaku pada dia tak berkurang. Namun bertambah. Aku makin menyayanginya dan mencintainya… “
Dan jikalau kau bertanya, tidakkah aku bosan terhadapnya, apakah aku ingin melirik laki – laki lain. Maka aku akan menjawab, “tak pernah ada rasa bosan untuk mencintai seseorang jika kita mencintainya karna Allah semata. Dan, aku gak perna ingin melirik laki – laki lain, cukup orang yang aku cintai yang aku lirik.”
